<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ulee Balang &#8211; Pasai Aceh</title>
	<atom:link href="https://pasaiaceh.com/author/uleebalang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pasaiaceh.com</link>
	<description>Pasar online masyarakat Aceh</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jul 2018 08:48:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-Logo-Icon-besar-1-32x32.png</url>
	<title>Ulee Balang &#8211; Pasai Aceh</title>
	<link>https://pasaiaceh.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Photo Jadul Lhok Seumawe</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2018 08:48:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=1342</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa Photo Jadul Lhok Seumawe yang di dapat dari ktlv semoga menambah koleksi kita Lhok Seumawe 1892 &#160; Lhok Seumawe 1890 &#160; Kawasan Aceh Utara 1920 &#160; Sumber photo KTLV &#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Photo Jadul Lhok Seumawe yang di dapat dari ktlv</p>
<p>semoga menambah koleksi kita</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-1343 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1892.jpg" alt="" width="1000" height="712" /></p>
<p>Lhok Seumawe 1892</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1344 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1890.jpg" alt="" width="1000" height="704" /></p>
<p>Lhok Seumawe 1890</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1345 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1920.jpg" alt="" width="1000" height="736" /></p>
<p>Kawasan Aceh Utara 1920</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber photo KTLV</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmat nya Mie Aceh</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/review-mie-aceh/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/review-mie-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:50:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=341</guid>

					<description><![CDATA[Apakah Mie Aceh itu? Yuk kita cari tahu di sini ! Aceh memang memiliki banyak hal yang menarik. Selain budayanya yang kental dengan nuansa yang Islamic, Aceh juga memiliki kuliner yang patut untuk di coba. Salah satu kuliner yang terkenal adalah Mie Aceh. Mie Aceh adalah masakan mie pedas dengan irisan daging sapi, daging kambing &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Mie Aceh itu? Yuk kita cari tahu di sini !</p>
<p>Aceh memang memiliki banyak hal yang menarik. Selain budayanya yang kental dengan nuansa yang Islamic, Aceh juga memiliki kuliner yang patut untuk di coba. Salah satu kuliner yang terkenal adalah Mie Aceh.<span id="more-341"></span></p>
<p>Mie Aceh adalah masakan mie pedas dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut seperti udang dan cumi. Pada dasarnya Mie Aceh biasa di sajikan dalan sup kari yang gurih dan pedas. Nama Mie Aceh di ambil dari daerah asalnya yaitu Aceh, karena cita rasanya yang khas berbeda dengan masakan mie yang ada di Indonesia.</p>
<p>Dalam proses pembuatannya, Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie yang lainnya, warna Mie Aceh cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang di gunakan adalah bumbu semacam kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam sajian kuliner satu ini.</p>
<p>Dalam penyajiannya, Mie Aceh di sajikan dalam tiga macam yaitu mie goreng ( kering ), mie kuah dan mie goreng basah. Untuk daging yang di gunakan bisa di sesuaikan dengan selera kita, karena tidak mengurangi cita rasa dan kelezatan mie tersebut. Menu pelengkap dalam penyajian Mie Aceh biasanya bisa ditambahkan bawang goreng, kerupuk, mentimun, dan juga jeruk nipis.</p>
<p>Yang menjadi keunikan dalam masakan ini adalah bahan tambahan yang digunakan yaitu daging sapi, daging kambing atau masakan laut. Pada umumnya masakan mie yang ada Indonesia banyak menggunakan daging ayam sebagai bahan tambahan dalam penyajian mie nya. Selain itu kuah yang di gunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih. Pada umumnya masakan mie di Indonesia cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Keunikan tersebut memberikan cita rasa yang khas yang ada di di dalamnya.</p>
<h3>Mie Aceh</h3>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-823 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/mie-aceh.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>Dalam perkembangannya, Mie Aceh telah menjadi salah satu kuliner yang sangat populer. Sehingga masakan satu ini dapat kita temukan di warung – warung pinggir jalan yang ada di Aceh. Kuliner satu ini sangat di rekomendasikan apa bila anda berkunjung ke Aceh. Banyak yang mengatakan, kurang lengkap rasanya bila berkunjung ke Aceh tanpa mencicipi masakan khas satu ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/review-mie-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tari Seudati</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=336</guid>

					<description><![CDATA[Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh. Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Tarian ini cukup berkembang di &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh. Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.</p>
<p><span id="more-336"></span></p>
<p>Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie dan Aceh Timur.</p>
<p>Tarian ini dibawakan dengan mengisahkan pelbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu bagaimana memecahkan suatu persoalan secara bersama.</p>
<p>Pada mulanya tarian seudati diketahui sebagai tarian pesisir yang disebut ratoh atau ratoih, yang artinya menceritakan, diperagakan untuk mengawali permainan sabung ayam, atau diperagakan untuk bersuka ria ketika musim panen tiba pada malam bulan purnama.</p>
<p>Dalam ratoh, dapat diceritakan berbagai hal, dari kisah sedih, gembira, nasehat, sampai pada kisah-kisah yang membangkitkan semangat.</p>
<p>Ulama yang mengembangkan agama Islam di Aceh umumnya berasal dari negeri Arab. Karena itu, istilah-istilah yang dipakai dalam seudati umumnya berasal dari bahasa Arab.</p>
<p>Diantaranya istilah Syeh yang berarti pemimpin, Saman yang berarti delapan, dan Syair yang berarti nyayian.</p>
<p>Tari Seudati sekarang sudah berkembang ke seluruh daerah Aceh dan digemari oleh masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai media dakwah, Seudati juga menjadi pertunjukan hiburan untuk rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1116 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/seudati-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>ASAL USUL TARI SEUDATI</p>
<p>Tari Seudati pada mulanya tumbuh di desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang dipimpin oleh Syeh Tam. Kemudian berkembang ke desa Didoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syeh Ali Didoh. Tari Seudati berasal dari kabupaten Pidie.</p>
<p>Seudati termasuk salah satu tari tradisional Aceh yang dilestarikan dan kini menjadi kesenian pembinaan hingga ke tingkat Sekolah Dasar.</p>
<p>Seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama, terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh , satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak , dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada pula dua orang penyanyi sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.</p>
<p>Jenis tarian ini tidak menggunakan alat musik, tetapi hanya membawakan beberapa gerakan, seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah dan petikan jari. Gerakan tersebut mengikuti irama dan tempo lagu yang dinyanyikan. Bebarapa gerakan tersebut cukup dinamis dan lincah dengan penuh semangat.</p>
<p>Namun, ada beberapa gerakan yang tampak kaku, tetapi sebenarnya memperlihatkan keperkasaan dan kegagahan si penarinya. Selain itu, tepukan tangan ke dada dan perut mengesankan kesombongan sekaligus kesatria.</p>
<p>Busana tarian seudati terdiri dari celana panjang dan kaos oblong lengan panjang yang ketat, keduanya berwarna putih; kain songket yang dililitkan sebatas paha dan pinggang; rencong yang disisipkan di pinggang; tangkulok (ikat kepala) yang berwarna merah yang diikatkan di kepala; dan sapu tangan yang berwarna. Busana seragam ini hanya untuk pemain utamanya, sementara aneuk syahi tidak harus berbusana seragam. Bagian-bagian terpenting dalam tarian seudati terdiri dari likok (gaya; tarian), saman (melodi), irama kelincahan, serta kisah yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, sejarah dan tema-tema agama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Salak</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/gunung-salak/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/gunung-salak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:41:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=333</guid>

					<description><![CDATA[Gunung Salak yang berada di lintas Aceh Utara-Bener Meriah, telah benar-benar berubah menjadi salah satu destinasi baru wisata di Aceh. Jalan yang membelah pengunungan dan rimba belantara ini, dulu nya dibangun oleh PT Kertas Kraft Aceh (KKA) untuk mengangkut kayu pinus dari kawasan Aceh Tengah sebagai bahan baku kertas. Belakangan, Pemerintah Aceh membangun kembali jalan &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gunung Salak yang berada di lintas Aceh Utara-Bener Meriah, telah benar-benar berubah menjadi salah satu destinasi baru wisata di Aceh.</p>
<p><span id="more-333"></span></p>
<p>Jalan yang membelah pengunungan dan rimba belantara ini, dulu nya dibangun oleh PT Kertas Kraft Aceh (KKA) untuk mengangkut kayu pinus dari kawasan Aceh Tengah sebagai bahan baku kertas.</p>
<p>Belakangan, Pemerintah Aceh membangun kembali jalan ini hingga menjadi jalur yang banyak dilalui oleh warga di pesisir utara dan timur Aceh untuk pergi ke wilayah tengah, maupun sebaliknya.</p>
<p>Selain lebih hemat waktu, melalui jalur ini juga lebih hemat bahan bakar, ketimbang harus memutar melalui Kabupaten Bireun.</p>
<p>Pesona keindahan Gunung Salak ini sudah mulai menjadi pembicaraan sejak beberapa  tahun belakangan.</p>
<p>Sejumlah foto yang diunggah ke media sosial menambah besar keinginan warga untuk melewati atau mengunjungi kawasan ini.</p>
<p>Keindahan yang dapat dirasakan di puncak Gunung Salak ini adalah bentangan alam yang indah dengan guratan relif alam perbukitan di bawahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1124 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/gunung-salak-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>Saat ini  pada hari-hari libur, kawasan ini kerap mengalami kemacetan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/gunung-salak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waduk Jeulikat</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/waduk-jeulikat/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/waduk-jeulikat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:37:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=330</guid>

					<description><![CDATA[Terbentang di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, adalah  objek wisata baru di kota itu. Belakangan, waduk yang terbentuk secara alami sejak puluhan tahun lalu itu ramai dipercakapkan. Nah !  Jika akhir pekan tiba, maka anda akan mendapati manusia menyemut dari balik bebukit yang memeluk kawasan tersebut. Tak perlu khawatir, pemeritah setempat turun tangan mengelola &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Terbentang di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, adalah  objek wisata baru di kota itu.</div>
<p><span id="more-330"></span></p>
<p>Belakangan, waduk yang terbentuk secara alami sejak puluhan tahun lalu itu ramai dipercakapkan.</p>
<div>Nah !  Jika akhir pekan tiba, maka anda akan mendapati manusia menyemut dari balik bebukit yang memeluk kawasan tersebut.</div>
<div>Tak perlu khawatir, pemeritah setempat turun tangan mengelola langsung Waduk Jeulikat sehingga keberadaannya menjanjikan keamananan plus kenyamanan bagi pengunjung.</div>
<div>Ini bisa dirasakan lewat keberadaan sarana penunjang yang ada.</div>
<div></div>
<div>Sebut saja akses jalan, tangga penyeberangan, dan deretan pondok.</div>
<div>Pengunjung juga tak akan dibuat keroncongan dengan hadirnya para pedagang minuman dan makanan ringan.</div>
<div>Namun jika ingin berpiknik ria dengan menggelar makanan juga bisa.</div>
<div>Kabar baiknnya lagi, untuk masuk ke tempat wisata itu pengunjung hanya dikenakan retribusi parkir saja.</div>
<div dir="ltr"></div>
<div dir="ltr">Pilihan tepat bagi anda yang ingin menghabiskan waktu menikmati kebersamaan dengan keluarga atau orang-orang tercinta.</div>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1130 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/waduk-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<div>Lokasi Waduk Jeulikat hanya berjarak sekitar 5 Km dari pusat Kota Lhokseumawe.</div>
<div>Anda bisa melalui Jalan Cunda tembus ke Cot Sabong.</div>
<div>Selain melalui Cot Sabong, wisatawan dari luar Lhokseumawe bisa melalui Simpang Buloh ataupun Simpang Kandang.</div>
<div>Keduanya terletak persis di sisi Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yaitu Jalan Nasional Banda Aceh – Medan.</div>
<div>Setelah melewati Jalan Elak, anda dapat mengambil jalur kiri hingga menjumpai Datasemen Brimob Jeulikat.</div>
<div>Dari situ lanjutkan perjalanan anda menuju waduk yang hanya berjarak sekitar satu kilometer lagi.</div>
<div>Pagi atau sore hari menjadi saat yang tepat bilamana ingin berkunjung.</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/waduk-jeulikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Islamic Center Lhok Seumawe</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=327</guid>

					<description><![CDATA[BERDIRI megah di pusat kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Islamic Center atau Almarkazul Islami Lhokseumawe menghadirkan nuansa Timur Tengah di tanah Aceh yang subur. Berdirinya Islamic Center ini membangkitkan kembali ingatan kita pada sejarah kejayaan Kerajaan Islam Samudera Pasai (Samudera Pase) yang tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Tahap pertama proyek pembangunan Islamic &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BERDIRI megah di pusat kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Islamic Center atau Almarkazul Islami Lhokseumawe menghadirkan nuansa Timur Tengah di tanah Aceh yang subur.</p>
<p>Berdirinya Islamic Center ini membangkitkan kembali ingatan kita pada sejarah kejayaan Kerajaan Islam Samudera Pasai (Samudera Pase) yang tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.<br />
<span id="more-327"></span></p>
<p>Tahap pertama proyek pembangunan Islamic Center ini dimulai dengan membangun masjid agung yang strukturnya begitu besar dengan susunan kubah kubah besarnya yang mengagumkan. Kehadiran Islamic Center ini meski belum selesai seluruhnya menghadirkan semangat baru bagi rakyat Aceh umumnya dan rakyat Lhokseumawe khususnya paska bencana kemanusiaan gempa dan Tsunami yang meluluhlantakkan wilayah itu beberapa tahun lalu.</p>
<p>Bangunan Islamic center ini memang belum sepenuhnya rampung. Nantinya Islamic center ini akan dilengkapi dengan fasilitas fasilitas penunjang selain Masjid Agungnya sendiri terdiri dari : Gedung Serba Guna, Gedung Pustaka, Diniyah / Sekolah, Museum &amp; Rumoh Aceh, Mess / Wisma Tamu, gerai-gerai / Kios Makanan dan Soevenir, Taman kanak-kanak dan Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) serta Rumah Imam Besar.</p>
<p>Proyek ini memang begitu besar dan membutuhkan dana yang tidak sedikit wajar bila pembangunannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan di dalam situs resmi Islamic Center Lhokseumawe, berikut adalah tujuan dan fungsi Islamic Center Lhokseumawe yang hendak di capai serta latar belakang pembangunan Islamic Center tersebut dengan beberapa pengeditan seperlunya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1136 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/islamic-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam atau yang lebih di kenal dengan sebutan Islamic Center  yang berdiri tepat di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sebuah Ikon baru wilayah  Samudra Pase sebagai pusat Konsentrasi Baru Untuk mewujudkan kembali kejayaan dan Peradaban Islam Yang terbenam di wilayah Negara Islam Pertama di Asia Tenggara.</p>
<p>Sejarah kebesaran Kesultanan Samudera Pasai sampai ke kesultanan Aceh Darussalam hingga niat untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam menjadi latar belakang utama dibangunnya Islamic Center Lhokseumawe ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuah Pliek U</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/kuah-pliek-u/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/kuah-pliek-u/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:16:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget reviews]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=324</guid>

					<description><![CDATA[Makanan tradisional satu ini merupakan salah satu jenis makanan berkuah yang khas dari Aceh. Namanya adalah Kuah Pliek U. Kuah Pliek U adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah Aceh. Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan Gulai hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bahan khusus. Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makanan tradisional satu ini merupakan salah satu jenis makanan berkuah yang khas dari <i>Aceh</i>. Namanya adalah Kuah Pliek U.<span id="more-324"></span></p>
<p><span lang="EN-US">Kuah Pliek U</span><span lang="EN-US"> adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah <b><i>Aceh</i></b>. Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan <i>Gulai</i> hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bahan khusus. Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, khususnya di daerah pesisir timur Aceh. Selain dikonsumsi sehari-hari, Kuah Pliek U juga sering disajikan pada acara-acara tertentu dan menjadi salah satu menu special yang digemari oleh warga di sana.</span></p>
<p style="font-weight: 400;"><b><strong style="font-style: inherit;">Asal Usul Kuah Pliek U</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400;">Konon Kuah Pliek U sudah menjadi makanan favorit masyarakat Aceh sejak jaman dahulu.</p>
<p style="font-weight: 400;">Nama Kuah Pliek U diambil dari salah satu bumbu dasar dalam membuat makanan ini yaitu “<i><em style="font-weight: inherit;">Pliek U</em></i>” atau yang lebih dikenal dengan <i><em style="font-weight: inherit;">Patarana</em></i>. Pliek u sendiri merupakan sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas.</p>
<p style="font-weight: 400;">Di masyarakat pedesaan Aceh, minyak kelapa ini biasanya dijadikan minyak goreng yang disebut dengan “<i><em style="font-weight: inherit;">Minyeuk Reutik</em></i>”.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sedangkan sisa atau ampasnya dijemur dan dijadikan pliek u. Pliek u ini kemudian gunakan masyarakat sebagai bumbu dasar dari Kuah Pliek U.</p>
<p style="font-weight: 400;"><b><strong style="font-style: inherit;">Keunikan Dan Keistimewaan Kuah Pliek U</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400;">Salah satu keunikan dari makanan ini adalah penggunaan pliek u pada bumbunya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Penggunaan pliek u ini akan memberikan aroma yang sedap serta memberikan cita rasa yang khas pada kuahnya. Selain itu bahan yang digunakan pada Kuah Pliek U ini juga merupakan aneka sayuran sangat bervariasi.</p>
<p style="font-weight: 400;">Kandungan vitamin dan gizi pada bahan Kuah Pliek U ini dipercaya dapat meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh, sehingga baik untuk kesehatan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1141 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/kuah-pliek-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p style="font-weight: 400;"><b><strong style="font-style: inherit;">Pengolahan Dan Penyajian Kuah Pliek U</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400;">Kuah Pliek U ini terbuat dari bahan utama seperti <i><em style="font-weight: inherit;">buah nangka muda, papaya muda, daun melinjo, kacang panjang, kacang tanah, buah melinjo</em></i> dan<i><em style="font-weight: inherit;"> pliek u</em></i>.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu ada juga yang menambahkan beberapa bahan seperti <i><em style="font-weight: inherit;">rebung, daun papaya, daun singkong, udang kecil</em></i>dan lain-lain.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sedangkan untuk bumbu yang digunakan biasanya terdiri dari <i><em style="font-weight: inherit;">ketumbar, cabe,bawang merah, bawang putih,</em></i> dan bumbu rempah lainnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Dalam proses pengolahannya, bumbu tersebut dihaluskan terlebih dahulu.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sedangkan bahan yang bertekstur keras seperti buah melinjo dan kacang tanah harus direbus terlebih dahulu hingga empuk.</p>
<p style="font-weight: 400;">Setelah semuanya siap, bumbu serta sayuran dicampur dan diaduk-aduk hingga merata. Kemudian bahan yang sudah dicampur dengan bumbu tadi dimasukan ke dalam <i><em style="font-weight: inherit;">belangga</em></i> (wajan), lalu diberi air santan dan direbus hingga matang.</p>
<p style="font-weight: 400;">Kuah Pliek U ini biasanya disajikan bersama dengan nasi hangat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Untuk menu tambahan biasanya juga disantap bersama dengan <i><em style="font-weight: inherit;">ikan asin</em></i>.</p>
<p style="font-weight: 400;"><b><strong style="font-style: inherit;">Cita Rasa Kuah Pliek U</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400;">Kuah Pliek U ini memiliki cita rasa yang khas. Kuahnya yang gurih dipadukan aneka sayuran yang segar membuat makanan satu ini semakin terasa nikmat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu aromanya yang sedap tentu sangat menggugah selera dan membuat kita ingin tambah.</p>
<p style="font-weight: 400;"><b><strong style="font-style: inherit;">Kuliner Kuah Pliek U</strong></b></p>
<p style="font-weight: 400;">Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Aceh, terutama di daerah pesisir timur Aceh.</p>
<p style="font-weight: 400;">Makanan ini tidak hanya menjadi makanan sehari-hari masyarakat di sana, namun juga sering disajikan pada acara-acara tertentu.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu banyak juga warung makan atau restoran yang menyediakan menu Kuah Pliek U ini, sehingga bagi anda yang berkunjung atau berwisata ke Aceh bisa dengan mudah menemukannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/kuah-pliek-u/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 153/286 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 2/33 queries in 0.028 seconds using redis (Request-wide modification query)

Served from: pasaiaceh.com @ 2026-01-26 08:18:53 by W3 Total Cache
-->