<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Budaya &#8211; Pasai Aceh</title>
	<atom:link href="https://pasaiaceh.com/category/budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pasaiaceh.com</link>
	<description>Pasar online masyarakat Aceh</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jul 2018 08:48:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2020/07/cropped-Logo-Icon-besar-1-32x32.png</url>
	<title>Budaya &#8211; Pasai Aceh</title>
	<link>https://pasaiaceh.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Photo Jadul Lhok Seumawe</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2018 08:48:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=1342</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa Photo Jadul Lhok Seumawe yang di dapat dari ktlv semoga menambah koleksi kita Lhok Seumawe 1892 &#160; Lhok Seumawe 1890 &#160; Kawasan Aceh Utara 1920 &#160; Sumber photo KTLV &#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Photo Jadul Lhok Seumawe yang di dapat dari ktlv</p>
<p>semoga menambah koleksi kita</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-1343 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1892.jpg" alt="" width="1000" height="712" /></p>
<p>Lhok Seumawe 1892</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1344 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1890.jpg" alt="" width="1000" height="704" /></p>
<p>Lhok Seumawe 1890</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-1345 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2018/07/Lhokseumawe-1920.jpg" alt="" width="1000" height="736" /></p>
<p>Kawasan Aceh Utara 1920</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber photo KTLV</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/photo-jadul-lhok-seumawe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tari Seudati</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=336</guid>

					<description><![CDATA[Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh. Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Tarian ini cukup berkembang di &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh. Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.</p>
<p><span id="more-336"></span></p>
<p>Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam. Tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie dan Aceh Timur.</p>
<p>Tarian ini dibawakan dengan mengisahkan pelbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu bagaimana memecahkan suatu persoalan secara bersama.</p>
<p>Pada mulanya tarian seudati diketahui sebagai tarian pesisir yang disebut ratoh atau ratoih, yang artinya menceritakan, diperagakan untuk mengawali permainan sabung ayam, atau diperagakan untuk bersuka ria ketika musim panen tiba pada malam bulan purnama.</p>
<p>Dalam ratoh, dapat diceritakan berbagai hal, dari kisah sedih, gembira, nasehat, sampai pada kisah-kisah yang membangkitkan semangat.</p>
<p>Ulama yang mengembangkan agama Islam di Aceh umumnya berasal dari negeri Arab. Karena itu, istilah-istilah yang dipakai dalam seudati umumnya berasal dari bahasa Arab.</p>
<p>Diantaranya istilah Syeh yang berarti pemimpin, Saman yang berarti delapan, dan Syair yang berarti nyayian.</p>
<p>Tari Seudati sekarang sudah berkembang ke seluruh daerah Aceh dan digemari oleh masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai media dakwah, Seudati juga menjadi pertunjukan hiburan untuk rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1116 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/seudati-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>ASAL USUL TARI SEUDATI</p>
<p>Tari Seudati pada mulanya tumbuh di desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, yang dipimpin oleh Syeh Tam. Kemudian berkembang ke desa Didoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syeh Ali Didoh. Tari Seudati berasal dari kabupaten Pidie.</p>
<p>Seudati termasuk salah satu tari tradisional Aceh yang dilestarikan dan kini menjadi kesenian pembinaan hingga ke tingkat Sekolah Dasar.</p>
<p>Seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama, terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh , satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak , dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada pula dua orang penyanyi sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.</p>
<p>Jenis tarian ini tidak menggunakan alat musik, tetapi hanya membawakan beberapa gerakan, seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah dan petikan jari. Gerakan tersebut mengikuti irama dan tempo lagu yang dinyanyikan. Bebarapa gerakan tersebut cukup dinamis dan lincah dengan penuh semangat.</p>
<p>Namun, ada beberapa gerakan yang tampak kaku, tetapi sebenarnya memperlihatkan keperkasaan dan kegagahan si penarinya. Selain itu, tepukan tangan ke dada dan perut mengesankan kesombongan sekaligus kesatria.</p>
<p>Busana tarian seudati terdiri dari celana panjang dan kaos oblong lengan panjang yang ketat, keduanya berwarna putih; kain songket yang dililitkan sebatas paha dan pinggang; rencong yang disisipkan di pinggang; tangkulok (ikat kepala) yang berwarna merah yang diikatkan di kepala; dan sapu tangan yang berwarna. Busana seragam ini hanya untuk pemain utamanya, sementara aneuk syahi tidak harus berbusana seragam. Bagian-bagian terpenting dalam tarian seudati terdiri dari likok (gaya; tarian), saman (melodi), irama kelincahan, serta kisah yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, sejarah dan tema-tema agama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/tari-seudati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Islamic Center Lhok Seumawe</title>
		<link>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/</link>
					<comments>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ulee Balang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2016 16:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pasaiaceh.com/?p=327</guid>

					<description><![CDATA[BERDIRI megah di pusat kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Islamic Center atau Almarkazul Islami Lhokseumawe menghadirkan nuansa Timur Tengah di tanah Aceh yang subur. Berdirinya Islamic Center ini membangkitkan kembali ingatan kita pada sejarah kejayaan Kerajaan Islam Samudera Pasai (Samudera Pase) yang tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Tahap pertama proyek pembangunan Islamic &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BERDIRI megah di pusat kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Islamic Center atau Almarkazul Islami Lhokseumawe menghadirkan nuansa Timur Tengah di tanah Aceh yang subur.</p>
<p>Berdirinya Islamic Center ini membangkitkan kembali ingatan kita pada sejarah kejayaan Kerajaan Islam Samudera Pasai (Samudera Pase) yang tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.<br />
<span id="more-327"></span></p>
<p>Tahap pertama proyek pembangunan Islamic Center ini dimulai dengan membangun masjid agung yang strukturnya begitu besar dengan susunan kubah kubah besarnya yang mengagumkan. Kehadiran Islamic Center ini meski belum selesai seluruhnya menghadirkan semangat baru bagi rakyat Aceh umumnya dan rakyat Lhokseumawe khususnya paska bencana kemanusiaan gempa dan Tsunami yang meluluhlantakkan wilayah itu beberapa tahun lalu.</p>
<p>Bangunan Islamic center ini memang belum sepenuhnya rampung. Nantinya Islamic center ini akan dilengkapi dengan fasilitas fasilitas penunjang selain Masjid Agungnya sendiri terdiri dari : Gedung Serba Guna, Gedung Pustaka, Diniyah / Sekolah, Museum &amp; Rumoh Aceh, Mess / Wisma Tamu, gerai-gerai / Kios Makanan dan Soevenir, Taman kanak-kanak dan Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) serta Rumah Imam Besar.</p>
<p>Proyek ini memang begitu besar dan membutuhkan dana yang tidak sedikit wajar bila pembangunannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan di dalam situs resmi Islamic Center Lhokseumawe, berikut adalah tujuan dan fungsi Islamic Center Lhokseumawe yang hendak di capai serta latar belakang pembangunan Islamic Center tersebut dengan beberapa pengeditan seperlunya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-1136 size-full" src="http://pasaiaceh.com/wp-content/uploads/2016/07/islamic-2.jpg" alt="" width="1280" height="310" /></p>
<p>Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam atau yang lebih di kenal dengan sebutan Islamic Center  yang berdiri tepat di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sebuah Ikon baru wilayah  Samudra Pase sebagai pusat Konsentrasi Baru Untuk mewujudkan kembali kejayaan dan Peradaban Islam Yang terbenam di wilayah Negara Islam Pertama di Asia Tenggara.</p>
<p>Sejarah kebesaran Kesultanan Samudera Pasai sampai ke kesultanan Aceh Darussalam hingga niat untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam menjadi latar belakang utama dibangunnya Islamic Center Lhokseumawe ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pasaiaceh.com/islamic-center-lhokseumawe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 159/222 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 2/27 queries in 0.026 seconds using redis (Request-wide modification query)

Served from: pasaiaceh.com @ 2026-01-26 06:21:11 by W3 Total Cache
-->